Home Liga 1 Hasil Lain Dari Amarah Sandi Sute Kepada Persija Jakarta

Hasil Lain Dari Amarah Sandi Sute Kepada Persija Jakarta

125
0

BeritaBola.co.id Sandi Sute, gelandang Persija, mendapatkan hukuman larangan tampil dua pertandingan Liga 1 2020 karena mengeluarkan amarah berlebihan. Perilaku itu ditunjukan Sandi ketika diganti Evan Dimas saat laga melawan Borneo FC baru berjalan 20 menit di Stadion gelora Bung Karno (SUGBK).

Setelah ditarik keluar, Sandi menendang botol minuman di pinggir lapangan. Kemudian gelandang kelahiran 21 September 1992 itu langsung masuk ke ruang ganti. Biasanya, pemain yang diganti berada di bangku cadangan. Maka dari itu Persija langsung mengambibl tindakan tegas terhadap perilaku Sandi tersebut dengan memberikan sanksi.

“Hukuman disiplin berupa skorsing sebanyak dua pertandingan dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2020. Semoga kejadian ini yang terakhir kali dan dapat menjadi pembelajaran. Tidak hanya bagi Sandi Sute, namun juga pemain lain,” kata Bambang Pamungkas, Manajer Persija, seperti dikutip dari situs resmi klub.

Pihak menajemen memutuskan itu atas dasar rasa kebersamaan, saling menghormati dan mendahulukan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi. Hasil pertandingan sendiri berbuah positif karena Persija bisa mengalahkan Borneo dengan skor 3-2.

Kemenangan Persija dicetak Osvaldo Haay, Marko Simic dan Evan Dimas. Sementara Borneo memperkecil ketertinggalan melalui gol Francisco Torres dan Ryuji Utomo. Sementara Sandi, ia meminta maaf atas tidak kontrolnya pada pertandingan tersebut.

Melalui unggahan di Instagram, gelandang 27 tahun itu meminta maaf sekaligus menggambarkan rasa kecewanya karena diganti. Padahal, pada saat itu Sandi mengaku sedang semangat untuk membela Persija dan terkejut ketika diganti pelatih pada menit awal pertandingan.

“Secara pribadi saya ingin memberikan kontribusi kepada tim. Secara tim, saya ingin Persija dengan hasil terbaik di laga pertama. Tiga poin sudah kita raih, oleh karena itu kepada manajemen, pelatih dan seluruh The Jak di mana pun berada, saya meminta maaf,” tulis Sandi.

Pada caption Instagram itu juga ia menulis siap menerima segala konsekuensi atas apa yang sudah dilakukannya. Sandi berharap kejadian dan sanksi yang diterimanya menjadi pelajaran bagi dirinya maupun rekan-rekannya di Persija.

Memang pertandingan perdana di setiap musim selalu memberikan tekanan. Apalagi saat itu Persija bertindak sebagai tuan rumah yang didukung oleh puluhan ribu pendukungnya langsung, yaitu The Jak Mania. Di sisi lain, pertandingan Persija dengan Borneo merupakan reuni tuan rumah dengan pelatihnya musim lalu, Edson Tavares.

Kemudian Tavares dikejutkan oleh dua pemain baru Persija yang mencetak gol pada laga tersebut, yaitu Osvaldo dan Evan. Gol dan hasil yang mereka buat telah membawa Persija berada di peringkat tiga klasemen sementara Liga 1 2020. Evan pun bersyukur ia bisa mencetak gol sekaligus memberikan kemenangan saat debutnya bersama Persija.

Ia juga mengamini bahwa pertandingan pertama tidaklah mudah. Gelandang kelahiran 13 Maret 1995 itu pun berterima kasih kepada teman-temannya yang bisa membuat tiga poin. Artinya, keputusan pelatih untuk mengganti Sandi dengan Evan merupakan keputusa yang tepat.

“Semoga kedepannya lebih baik lagi. Saya tidak punya target berpartisipasi cetak gol, tapi bagaimana tim bisa meraih kemenangan. Kalau saya pribadi, gol tadi berkat bantuan dari semua. Tanpa mereka, kita ga bisa cetak gol,” kata Evan seperti dikutip dari Bolasport.

Sementara itu, Sergio Farias selaku Pelatih Persija tidak ingin berkomentar banyak tentang Sandi. Apalagi Persija harus bersiap melawan Persebaya Surabaya pada laga berikutnya. “Saya fokus ke lapangan. Itu nanti urusan manajemen,” kata Farias seperti di laman resmi klub.

Persija akan menjadi tuan rumah saat menjamu Persebaya di SUGBK, Sabtu (7/3). Bahkan Persija dikabarkan siap menyambut kedatangan Bonek yang merupakan pendukung Persebaya. Sebab Persija ingin siap menerima siapa saja suporter lawan yang ingin datang ke SUGBK.